Archive

Monthly Archives: August 2013

Malam semakin larut di pinggiran Jakarta. Angin berbisik lirih mencengkeram. Aku rindu yg sebenar benarnya….terhanyut dalam dekapan malam

Seperti jiwa yg menghilang terbang di antara bintang. Aku menyelami lautan rindu yg tak berkesudahan…untukmu

Bicaralah, meski berbisik. Agar aku dapat melenyapkan rindu yg menggoda….

Menarilah bersamaku dibawah temaram bintang. Aku ingin berbagi rindu dan cerita tentang aku, kamu, dan kita…

Karena aku ingin melukis bahagiamu saat rindu menyapa malam…

Baru – baru ini, salah satu lurah di Jakarta hasil seleksi lelang jabatan di demo warganya. Persoalannya karena Susan Jasmine Zulkifli (43 tahun), Lurah Lenteng Agung, ini berbeda keyakinan dengan warga di Lenteng Agung. Awalnya Lurah Susan menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana dan Prasarana di Kelurahan Senen.

Read More

Never thought I would find love so sweet
Never thought I would meet someone like you
Well now I’ve found you and I’ll tell you no lie
This love I’ve got for you
Could take me ’round the world

Entah darimana lagi aku harus berdiri. Di setiap sudut aku berdiri aku hanya melihatmu. Saat pagi tiba, kamu memilih pergi. Maka pergilah karena seperti janjiku aku tidak akan pernah menahanmu untuk tetap ada

Aku tahu bagaimana rasanya menyukai malam dan bintang yang bertaburan. Aku juga tahu bagaimana rasanya terbang menyusuri malam dan berjalan di antara bintang. Meski matahari tiba, aku selalu bersembunyi untuk menyusuri malam dibaliknya dan meneliti tiap bintangnya yang bersembunyi dalam terangnya pagi

Malam, terima kasih buat semuanya, karena kamu adalah semua alasanku untuk tetap tersenyum saat menatap bintang

Mari berbisik dalam pagi. Biar lirih, ijinkan aku menyentuh keningmu. Tersenyumlah kapanpun. Karena senyummu menjadi satu – satunya tempat bersandarku saat letih.

Biarkan aku menilikmu dalam pagi yang riuh oleh manusia di stasiun kereta. Karena sejenak aku bisa melupakan kepenatan dalam padatnya kereta pagi.

Barusan nemu kasus yang sebenarnya mudah tapi membingungkan. Ya ini karena MAnya sendiri, entah kenapa miskin pertimbangan untuk menentukan bagaimana caranya dia menemukan kesimpulan itu.

Kasusnya sendiri adalah soal ada anak lelaki (17 tahun lebih dikit) yang pergi bersama seorang perempuan (18 tahun lebih juga). Dalam dakwaannya sih katanya terdakwa (anak lelaki) itu mengajak korban untuk pergi warnet. Awalnya si korban nggak pengen, tapi si terdakwa merayu yang perempuan untuk pergi membeli baju dan akhirnya mereka berdua pergi. Tapi entah kenapa bukannya beli baju si terdakwa bareng korban malah pergi ke tempat lain dan menyewa kamar dan akhirnya terjadilah hubungan seksual. Saat selesai mereka berdua pergi lagi ke tempat lain dan akhirnya tanpa diantar terdakwa si korban pulang ke rumah setelah dua hari bersama terdakwa.

Read More

Kemarin sempet ngobrol sama temen soal salah satu aspek yang meringankan hukuman yang dijatuhkan yaitu “terdakwa bersikap sopan selama persidangan”. Menurutnya bersikap sopan di Pengadilan adalah kewajiban dan agak aneh kalau kemudian itu jadi pertimbangan Hakim tentang hal – hal yang meringankan hukuman.

Kinda agree with that