Iklan

Kritik Itu Tanda Cinta


Banyak orang yang alergi kritik, apalagi kalau kritik itu adalah kritik yang ditujukan terhadap dirinya. Namun kritik juga dapat menjadi tanda cinta. Kalimat itulah yang saya sampaikan terhadap salah satu rekan saya, Ali Salmande. Biar jelek dan norak, saya ini pembaca setia dari hukumonline, namun entah mengapa ada dua berita yang menurut saya harusnya lebih tajam dan tidak mengambang dalam membuat liputannya.

Sebagai contoh analisis saya berikan berita dengan judul “RUU Kearsipan Menebar Lebih Banyak Ancaman Pidana”. Judul ini tentu membuat saya melakukan klik untuk melihat beritanya. Namun sayang dari 14 paragraf (15 kalau dihitung lead berita) maka hanya ada satu paragraf yang mencerminkan judul yaitu di paragraf 11. Namun sayangnya tidak ada penjelasan, perbuatan apa saja yang hendak di kriminalisasi dan apa persamaannya dengan aturan pidana yang sudah ada.

Contoh yang lain adalah berita dengan judul “Dua Penari Seksi ‘Sihir’ Sidang Mahkamah Konstitusi”. Ini cerita ringan soal kehadiran para penari yang menjadi bukti dalam Pengujian UU Pornografi kemarin. Berita dengan 11 paragraf (12 jika dihitung lead berita) itu sungguh menarik. Namun sayang ada baris kalimat yang agak mengganggu yaitu pada paragraf 10, dan entah kenapa penulusuran yang dilakukan hanya pada video youtube. Menurut saya, akan lebih menarik jika hukumonline menghubungi kantor penghubung pemda Sulawesi Utara di Jakarta dan/atau jika mungkin pakar kebudayaan di sulawesi utara untuk mengkonfirmasi temuannya di youtube apakah sama dengan tarian yang disajikan di MK?

Posting via Email

Iklan
7 comments
  1. hehehe, mau kritik atas tulisan diatas juga nih, dengan menggunakan metode anda sendiri…judul postingnya Kritik Itu Tanda Cinta, namun dalam paparannya tidak ada satu bagian pun yang menjelaskan bagaimana kritik itu bisa menjadi tanda cinta. dalam paragraf pertama anda hanya menyatakan bahwa kritik itu dapat menjadi tanda cinta. Dapat, berarti masih berupa kemungkinan. Di 2 paragraf berikutnya anda memaparkan 2 contoh kelemahan berita dari Hukumonline. Secara keseluruhan inti tulisan ini yang saya tangkap bahwa anda agak kecewa dengan 2 berita hukumonline, dan bahwa anda jelek dan norak. hehehe.

    • anggara said:

      @arsil
      tepat sekali analisis dari mas arsil :mrgreen:

  2. amrie said:

    ah kritik si mas nanggung ah.. tapi mudah2an cintanya poll hahaha

    • anggara said:

      @amrie
      nanggung ya mas, tadinya saya mau kritik keras, tapi enggak jadi deh 🙂

    • amrie said:

      keras gpp juga kan mas. dan kalo bisa ditaruh di kolom tanggapan artikel trkait mas.

    • anggara said:

      Saya sih maunya begitu mas, tapi rasanya HOL enggak pernah memberikan tanggapan saat saya kritis tentang narasumber ahli yang anonim itu This email sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Sinyal Kuat Indosat. Thanks http://anggara.org

  3. th3welpie said:

    semua komentar adalah rasa yang terbendung lagi..tapi kenapa kadang tetep kena kasus cuma gara2 kritikan kya gitu???
    tak adakah kegiatan yang lebih positive???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: