Iklan

Kode Etik dan Kode Perilaku Internet


Setelah kehebohan soal RPM Konten Multimedia agak mereda, saya sempat merenung mengenai pengaturan di Internet. Saya ingat ketika diundang menjadi salah satu narasumber di Pesta Blogger 2009 kemarin saya sempat menyatakan menentang ide soal Kode Etik dan Kode Perilaku dalam Internet. Kenapa saya menentang, saya pikir saya tidak perlu mengulang – ulang silahkan baca beberapa tulisan saya tentang Kode Etik untuk bloger yang menurut saya tidak perlu.

Namun dengan adanya RPM Konten Multimedia ini dan juga jangan lupa soal RPP Pembinaan Pemerintah yang tak juga kalah seramnya (sayang saya enggak tahu, apakah sudah jadi PP-nya atau belum). Dari titik ini saya jadi berpikir ulang tentang pendapat saya soal Kode Etik dan Kode Perilaku itu, saya berpikir sepertinya lebih baik ada pengaturan yang dirumuskan, dibuat, dan dipatuhi oleh masyarakat Internet sendiri dibanding membiarkan pemerintah yang mengatur – atur kegiatan masyarakat. Jauh lebih berbahaya membiarkan pemerintah melakukan pengaturan atas kegiatan masyarakat dibandingkan masyarakat yang mengatur dirinya sendiri. Pasti ada pro – kontra soal itu, tapi saya berpendapat biarlah, toh ini bagian dari demokrasi. Namun saran saya prosesnya tetap harus dari bawah untuk membuat rumusan kode etik dan kode perilaku.

Harus diingat kode etik dan kode perilaku sangat berbeda, kalau kode etik hanyalah rumusan singkat tentang etika, biasanya tidak lebih dari 10 – 15 aturan umum tentang etika yang bisa digunakan oleh para pelaku bisnis dan masyarakat di tingkat akar rumput. Sementara kode perilaku akan disesuaikan dengan sifat dari masing – masing pemangku kepentingan, misalnya kode perilaku di blog tentu beda dengan di forum atau milis, begitu juga kode perilaku penyedia jasa internet tentu beda dengan pengguna jasa internet. Dan kode perilaku biasanya lebih detail dibandingkan kode etik.

Lalu bagaimana ratifikasinya, mudah koq menurut saya, tidak perlu dipaksakan dan harus ada penegaknya. Saya cukup percaya bahwa masyarakat mampu menegakkan aturan tanpa harus ada penegakknya. Misalnya Kode Etik dan Kode Perilaku itu bisa dipasang di halaman independen tertentu dan bagi yang mau meratifikasinya bisa memasang aturan tersebut di halamannya masing – masing dan memberikan tautan ke halaman independen tersebut sebagai tanda persetujuan untuk terikat. Kalau nggak suka yang nggak usah dipasang, selesaikan? Jadi kita tetap bisa menjaga independensi kita dari pemerintah sekaligus juga mempromosikan bahwa masyarakat bisa mengatur diri sendiri sekaligus juga meyakinkan bahwa unsur kesukarelaan untuk terikat pada aturan jauh lebih baik ketimbang dipaksakan

Bagaimana, apa ada ide yang lebih baik?

Iklan
4 comments
  1. Dhany said:

    Ah, saya mah setuju sajah sama Kang Anggara.
    Daripada diatur-atur yang ga perlu.

  2. anna said:

    sebenernya tanpa harus ada aturan yang terlalu mengikat pun, para pengguna internet sudah membuat semacam ‘kesepakatan’ tidak tertulis.

    contohnya di forum Kaskus, ketika ada penjual yang nakal, atau member yg bikin ‘thread’ gak jelas serta berbau SARA maupun SARU, pasti udah langsung di-kenai sangsi oleh memeber lain.. dan akhirnya diblock atau dikeluarkan dari kaskus.

    begitu juga para blogger, kalo ada blog yang agak miring, dengan sendirinya blogger yang lain ogah datang, ato kalo pun ngasih komen juga bernada protes..

    jadi kalo menurut saya gak perlu.. 😉

    • anggara said:

      @anna
      Saya sepakat dgn anda 🙂

  3. ok mas..
    mkasih informasinya
    bermanfaat.
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: