Hasrat


Malam memuja hujan yang menapaki bumi
Saat semua hal tentangmu berbayang disini

Kenapa kita tidak menari di dalam deras hujan
Karena aku tak mau kehilangan waktu yang berjalan

Berbaringlah disini menatap malam yang sepi
Bukankah keindahan itu tercipta disini
Saat kita berdua menjala hasrat yang membuncah memecah keindahan

(Terjebak Macet di Kuningan, 20:31)

6 comments
  1. woooooo…keren!
    buat puisi di tengah kemacetan

    Salam kenal ya.. ^^

  2. Rizki said:

    jiaaaahhhhhh,,,Bisa jadi pujangga jugaa gan..aseekkk
    Macet gak mslaaah yang pnting Bkin Puisi tetep jalan..haha

    Salam hangat mas dari saya Rizki

  3. Joyo Plencing said:

    Hi..aku gak komen kok cm pgn mohon ijin ngucapin salam kenal ya..salam dari blogger jogja..buat temen2 yg mbaca ini,salam kenal jg ya..salingberkunjung yuk,klo berkunjung pasti aku buatkan kopi wes,gmn..?ditunggu ya..

  4. . tetap bagus juga meskipun dalam bentuk puisi juga.

Leave a Reply to seli_usel Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: