Archive

Lain-Lain

Entah darimana lagi aku harus berdiri. Di setiap sudut aku berdiri aku hanya melihatmu. Saat pagi tiba, kamu memilih pergi. Maka pergilah karena seperti janjiku aku tidak akan pernah menahanmu untuk tetap ada

Aku tahu bagaimana rasanya menyukai malam dan bintang yang bertaburan. Aku juga tahu bagaimana rasanya terbang menyusuri malam dan berjalan di antara bintang. Meski matahari tiba, aku selalu bersembunyi untuk menyusuri malam dibaliknya dan meneliti tiap bintangnya yang bersembunyi dalam terangnya pagi

Malam, terima kasih buat semuanya, karena kamu adalah semua alasanku untuk tetap tersenyum saat menatap bintang

Mari berbisik dalam pagi. Biar lirih, ijinkan aku menyentuh keningmu. Tersenyumlah kapanpun. Karena senyummu menjadi satu – satunya tempat bersandarku saat letih.

Biarkan aku menilikmu dalam pagi yang riuh oleh manusia di stasiun kereta. Karena sejenak aku bisa melupakan kepenatan dalam padatnya kereta pagi.

Barusan nemu kasus yang sebenarnya mudah tapi membingungkan. Ya ini karena MAnya sendiri, entah kenapa miskin pertimbangan untuk menentukan bagaimana caranya dia menemukan kesimpulan itu.

Kasusnya sendiri adalah soal ada anak lelaki (17 tahun lebih dikit) yang pergi bersama seorang perempuan (18 tahun lebih juga). Dalam dakwaannya sih katanya terdakwa (anak lelaki) itu mengajak korban untuk pergi warnet. Awalnya si korban nggak pengen, tapi si terdakwa merayu yang perempuan untuk pergi membeli baju dan akhirnya mereka berdua pergi. Tapi entah kenapa bukannya beli baju si terdakwa bareng korban malah pergi ke tempat lain dan menyewa kamar dan akhirnya terjadilah hubungan seksual. Saat selesai mereka berdua pergi lagi ke tempat lain dan akhirnya tanpa diantar terdakwa si korban pulang ke rumah setelah dua hari bersama terdakwa.

Read More

Kemarin sempet ngobrol sama temen soal salah satu aspek yang meringankan hukuman yang dijatuhkan yaitu “terdakwa bersikap sopan selama persidangan”. Menurutnya bersikap sopan di Pengadilan adalah kewajiban dan agak aneh kalau kemudian itu jadi pertimbangan Hakim tentang hal – hal yang meringankan hukuman.

Kinda agree with that

Jatuh cinta memang menyenangkan, sama menyenangkannya pada waktu menarik selimut saat hujan membekap malam. Cinta memang menghangatkan, sama hangatnya seperti saat matahari mulai muncul mengusir sang hujan

Namun, mengapa rindu begitu membuat resah? Aku ingin kamu tahu, kalau aku selalu menitipkan rindu pada tiap titik hujan yang turun. Saat matahari muncul di pagi hari, aku juga mengirimkan rindu agar ia selalu dapat bersemayam dalam hatimu dan menghangatkan harimu

Terinspirasi dari cerita andin kemarin

You’re every place that I’ve been
Baby you’re every face that I’ve seen
You’re everywhere and I’m going crazy
Your body’s rocking my dreams
You’re always up in my mind
You’re everywhere that I go

Seminggu kemarin mampir ke Malang, niatnya menjenguk ibu yang lagi sakit. Nggak tahunya malah di rawat di rumah sakit sih. Tapi saya nggak akan cerita soal part sedihnya. Cuma heran aja, karena waktu nyoba naik angkot di Malang, sesungguhnya nggak mudah untuk menemukan cara bagaimana cara naik angkot dari rumah di kawasan Sawojajar sampai ke RSSA.

Terpaksa pakai cara tradisional, nanya, tetap aja nyasar, tepatnya yang ngasih tahu infonya juga nggak akurat. Jadi pepatah malu bertanya sesat di jalan mestinya sudah nggak berlaku lagi ya

Hal yang paling sulit adalah memahami bahasa tulisan, tak hanya sulit memahami secara tekstual tapi juga konteks yang melingkupinya. Lebih mudah memahami bahasa lisan, karena ada mimik muka dan intonasi yang terlihat disana. Dalam bahasa tertulis, apa yang tersirat belum tentu dimaknai secara sama oleh yang membaca. Dalam bahasa tertulis sulit ditemukan mimik muka, emosi, intonasi, dan perasaan. Karena yang ada dalam bahasa tulisan ya cuma koma, titik, serta tanda baca lainnya

Hal – hal dalam bahasa tertulis begini yang kadang bisa membuat salah paham. Karena yang dimaksudkan sama penulis kadang dimaknai secara berbeda sama yang membaca. Lah, kalau gini harus gimana? Kadang disini pentingnya klarifikasikan?

Sama seperti judul diatas, kalau dalam bahasa lisan mungkin lebih mudah dipahami. Tapi gimana dengan bahasa tertulis? Mungkin saya lebih suka menggantinya dengan “Mau Berjalan Kemana?”. Intinya sih dalam sebuah bahasa tulisan, kalau agak ragu ya lebih baik tanya ketimbang salah memahami 🙂

Dear Direksi PT KAI

Sore ini saya berangkat dr Tanah Abang menggunakan Kereta yg dikenal dengan langsam. Sore ini terjadi gangguan listrik atas yg menyebabkan banyak perjalan KRL dan juga kereta lain di jalur tanah abang – serpong terganggu.

Saya sengaja naik kereta langsam meski saya memiliki tiket commuter line, karena saya yakin di situasi seperti ini penumpang commuter line lebih padat ketimbang penumpang kereta langsam.

Read More

Entah untuk keberapa kalinya saya sering banget ceroboh, tepatnya sih lupaan akut.

Kali ini tas kecil hitam yg isinya toga pun kelupaan dibawa. Dan sudah bolak balik nyari di dua stasiun KRL tetap saja nggak ketemu.

Sedih banget sih, secara toga itu jadi seragam saya kalau lagi tugas. Mungkin memang harus direlakan hilang, mudah2an yg menemukan tas dan isinya itu bisa mendapat manfaat dari tas dan toga hitam itu