Teman2 yg baik, meski saya nggak ngerti apa temans merayakan lebaran atau ndak, tapi saya mau mengucapkan selamat Idul Fitri, semoga Tuhan berkenan menerima semua amal dan ibadah yg telah dilakukan
Salam
Anggara
Teman2 yg baik, meski saya nggak ngerti apa temans merayakan lebaran atau ndak, tapi saya mau mengucapkan selamat Idul Fitri, semoga Tuhan berkenan menerima semua amal dan ibadah yg telah dilakukan
Salam
Anggara
Dulu banget, kalau lebaran banyak banget parcel di rumah, yang dibuka dan dimakan ya tetap aja: coklat 😀
Teman: Lawyer sih enak, kalau ada kasus gitu, dia dapat duit
Aku: *terdiam sambil mikir, apa semua lawyer begitu
#dankemudianhening
Kemarin saya dapat taut berita dari twitter mengenai kampanye penggunaan Kondom disini. Salah satu titik perhatian tertinggi adalah meningkatnya jumlah penderita AIDS di Indonesia. Dalam berita ini disampaikan bahwa “Indonesia’s Aids epidemic is among the fastest-growing in Asia. From small pockets at the turn of the century it has spread to all parts of the country. At just under 0.2 percent the infection rate is still low compared to parts of Africa. But new infections have tripled in the last six years, and alarmingly, risky sexual behaviour has taken over from intravenous drug use as the main route for its spread. In the words of the plain-speaking new health minister Dr Nafsiah Mboi, the epidemic is driven by “the four Ms: macho men with money and mobility”.”
Dan saat aku sendiri àtau saat sepi hadir, dalam kegelapan yg mencekam atau dalam ramai yg bingar
Aku ingin kamu disini menemaniku memegang tanganku erat
Dan saat aku merasa terjatuh atau saat aku merasa dunia terasa tak adil
Aku ingin kamu disini memeluk tubuhku erat
Dan saat aku hanya bisa terdiam atau saat aku terjerat dalam kebingunan
Aku ingin kamu disini mendengarkanku dengan sabar
Dan saat aku merasa semuanya terasa hampa atau berlalu tanpa harapan
Aku ingin kamu disini mengertikan bebanku, ringankan langkahku
Dan saat keraguan melanda atau saat kecemasan hadir
Aku ingin kamu disini menatapku dan tersenyum lembut untukku
Menerima aku, membantuku berdiri, menemaniku, memberiku nafas, dan tetaplah disini
Bersamaku merajut rindu, menumbuhkan cinta dalam bahasa keheningan yg terjalin menjadi satu
Kemarin sempet ngobrol sama teman lama di Bandung. Sebenernya cuma nanya kabar saja, karena sudah lama tidak bertukar kabar. Tiba – tiba dia cerita soal kantornya, entah kenapa terucap, sekarang ini di dunia LSM sudah mulai krisis kepemimpinan. Saya cuma bisa tersenyum mendengarnya, ya mau gimana lagi lah saya sendiri bukan pengamat yang ngerti betul soal dunia manajemen apalagi manajemen LSM. Pembicaraanpun kemudian terhenti, karena kami harus kembali menekuni aktivitas masing – masing.
Beberapa bulan ini, pikiran saya lagi berkembang pesat sih, sebenarnya sih ide lama saja. Diantara teman2 saya yang aktif di LSM beberapa kantornya jualan merchandise di kantornya. Ide dasarnya tetap saja penggalangan dana (fundraising). Penggalangan dana buat LSM diperlukan agar LSM bisa tidak terlalu tergantung pendanaannya dengan para donor mereka. Ya mau gimana lagi, banyak LSM memang tergantung dengan donor baik itu donor lokal ataupun donor asing sih terutama dari sisi pendanaan
Ya, apalagi yang paling penting dari dunia blogging? tak ada lagi kecuali berbagi, lalu kenapa kuatir dengan segala macam hal – hal rumit soal hak cipta dan lain – lain? Kalau seorang seorang yang beragama percaya bahwa Kitab Sucinya adalah sumber pengetahuan, kebayang nggak kalau tiba2 ada klaim hak cipta?
Sebagian diriku nggak ingin mama pergi begitu cepat. Tapi mungkin ini jalan terbaik yang Allah pilih buat mama. Selamat jalan ya ma, semoga Allah memberikan termpat terbaik buat mama.
Peluk sayang
Penasaran aja sih, kalau tetiba Pilkada di Jakarta ternyata dua putaran dan calon yg maju di putaran kedua adalah dua pasangan perseorangan, terus pendukung pasangan dari Partai pilih siapa ya
Begitu juga sebaliknya kalau yang maju di putara kedua adalah dua pasangan dari Partai Politik, pendukung pasangan perseorangan pilih siapa ya?
Kadang saya sih miris aja melihat begitu banyak kelas menengah yang sudah akut antinya terhadap Partai Politik namun pada saat yang sama memalingkan wajah kepada gerakan non partai (independen). Mestinya semua sadar, bahwa Partai Politik adalah alat dari demokrasi yang paling penting. Demokrasi tak akan berjalan bila tak ada Partai Politik. Begitu juga kualitas demokrasi tak akan membaik jika banyak yang anti terhadap Partai Politik.
Dia: ngaku aja deh, kan emang itu maksud tulisanmu itu
Gue: lah, kalau nggak terus gue mau bilang apa?