Blawg yang berlamat di http://amriehakim.blogspot.com ini dikelola oleh Amrie Hakim. Mas Amrie, begitu dia akrab dipanggil, seorang yang awalnya adalah wartawan di hukumonline, sehingga tulisan beliau yang sangat luas dan berbobot tentang hukum Indonesia adalah karena beliau mampu menggabungkan teori-teori hukum yang didapatnya di bangku sekolah hukum UI serta praktek jurnalistik yang mumpuni.

Read More

Saat ini aku memutuskan untuk memberi kategori baru dalam blog ini, yaitu resensi blawg Indonesia. Aku akan berusahan meramu serta meracik sisi – sisi yang menarik dari sebuah blawg Indonesia. Niatan utamanya tentunya agar para pengunjung blog ini juga mengunjungi blawg-blawg tersebut yang mudah-mudahan dapat memperkaya sisi pengetahuan hukum dari para pengunjung blog ini. Semoga

Mana yang lebih anda sukai untuk didengar, lagu Sempurna versi asli dari Andra and the Backbone atau Sempurna versi remix dari Gita Gutawa. Saya sendiri sih lebih senang mendengar versi remixnya, sepertinya lebih pas dengan nuansa yang diusung oleh lagu ini.

Saya berpendapat lagu ini sangat cocok untuk dinyanyikan bagi orang-orang yang kita kasihi, bisa kekasih, istri, anak, orangtua, sahabat, dlsb. Ya ini sih pendapat saya saja. Saya sendiri lebih sering menyanyikan lagu Sempurna ini untuk ASA dan Baim.

Kemarin, sempat dengar di Radio istilah “Pemda DKI Jakarta” menurutku istilah itu aneh dan lebih tepat kalau disebut “Pemprov DKI Jakarta”. Kenapa?

Loh coba istilah “Pemda DKI Jakarta” dipanjangkan kan jadinya “Pemerintah Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta” ada dua kali pengulangan kata daerah disitu, menurutku sih janggal.

Kan lebih manis kalau pakai istilah “Pemprov DKI Jakarta” kalau dipanjangkan jadinya “Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta”. Lebih tepat kan?

Kemarin pagi sempat mendengarkan siaran radio yang dipandu oleh Puteri Suhendro dan Rafiq yang membicarakan tentang Hari Kartini. Namun, menurutku ada yang aneh disana, kenapa kebaya jadi permasalahan yaa? Menurut Rafiq, kebaya adalah lambang dari ketidakbebasan kaum perempuan Indonesia. Menurutku ada kesalahan berpikir disini, kenapa?

Read More

Beberapa waktu lalu, Mas Amrie mengabarkan pada saya tentang akan diterbitkannya Buletin PERADI. Saya diminta Mas Amrie untuk menuliskan semacam “ucapan selamat” bagi penerbitan Buletin yang pertama oleh PERADI. Namun, Mas Amrie mengingatkan bahwa seluruh ucapan itu akan dipilih, dan mungkin saja ucapan selamat dari saya tidak akan dipilih untuk ditampilkan dalam Buletin PERADI tersebut.

Read More