Archive

Monthly Archives: February 2008

In Makati, The Philippines, I attend the International Conference of Impunity and Press Freedom. One of the speaker is Editor of Mindanews. But I found something critical about her speech. She kept using the words “Moro Rebel Groups” instead of using “MILF groups” but in the other hand she using the words “NPA army groups” (an army groups belongs to Communists Party of the Philippines). She was not using communist’s rebel groups.

For me it is important using neutral words, otherwise you would not be safe doing your job. To some people’s MILF is not a rebel but a freedom fighter. I thought she was institutionalized that the MILF are rebels groups.

Saat membaca tulisan mas Payjo dan link yang diberikan beliau ke mas Pandeg, rasanya miris membaca tulisan dari mas Pandeg, karena mas Pandeg ini terlampau melakukan penyamaan keadaan sekaligus melakukan kesimpulan yang melompat soal aktivitas komunitas bloger Tangerang. Pertanyaan saya cuma satu, kenapa anda juga tidak mengomentari kondisi kota dan/atau kabupaten Tangerang?

Wah susah nih, ternyata pesawatnya telat berangkat, seharusnya berangkat dari Jakarta pukul 00.30 tapi baru berangkat pukul 1.00. Ternyata aku dikasih naik cheap airline, tahu gini ngotot aja naik garuda. Menyebalkan

Sampai di Filipina beli prepaid sim card untuk mobile phoneku tapi entah kenapa malah nggak bisa dipakai, bahkan untuk sms. Apa ada masalah dengan hpnya yaa, tapi aku bawa dua hp dan sim card tersebut tetap tidak bisa dipakai di dua tempat, percuma kan?

Menginap di The Peninsula Makati, ternyata hotel ini pernah dimasuki tank, pantes diinapkan disini J

Kemarin, sewaktu menghadiri FGD yang diselenggarakan oleh AJI yang mengajukan RUU Perubahan UU No 40 Tahun 1999 versi AJI, saya sempat tertawa dalam hati karena ada orang-orang tua dari MPPI (Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia), diantaranya Pak Leo Batubara, Pak Abdullah Alamudi, Pak Ridho, Pak Amir E Siregar, yang terjebak dalam romantisme masa lalu dan menanggap persoalan kemerdekaan pers di Indonesia akan beres dengan sendirinya bila kemerdekaan pers dicantumkan secara ekplisit dalam UUD 1945. Mereka menolak jika karya agung MPPI yang sekarang berupa UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers itu harus diobrak-abrik. Sungguh pemikiran yang menurut saya cukup dangkal dan tidak memiliki argumentasi yang cukup baik dan kuat. Kenapa? Saya jelaskan alasan saya di bawah ini

Read More

Harga BBM yang sudah meninggi dan akhirnya menjebol APBN membuat pemerintah harus memikirkan ulang tentang subsidi BBM. Langkah menaikkan harga BBM tentu sangat tidak populer bagi pemerintah, namun sungguh lucu dan menggelikan arah yang ditempuh oleh pemerintah, yaitu dengan melakukan pembatasan BBM melalui sejenis smart card.

Read More