Archive

Lain-Lain

Saat tertatih melangkah dan tertinggal jauh dibelakangmu, maukah kamu berhenti sejenak dan berjalan ke arahku serta mengulurkan tanganmu untuk menuntunku agar kita dapat berjalan bersisian bersama?

Saat kehilangan arah, maukah duduk disini menatap malam bersamaku, mendengarkanku bicara dan menunjukkan bahwa masih ada bintang dalam kegelapan malam sebagai penanda tujuan?

Kadang saya mikir aja sih, kenapa ya orang bisa dendam banget. Kemarinan saya sempat melototin banyak putusan tentang penghinaan. Dan cukup mengagetkan juga kalau baca pada umumnya Jaksa menuntut penjara untuk perkara – perkara penghinaan. Padahal awalnya sih kebanyakan karena perselisihan mulut, tapi ya kemudian mungkin karena kesel banget terus bikin laporan pidana deh.

Tuntutan Jaksa untuk memenjara pelaku penghinaan bisa jadi juga didorong keinginan korban yang pengen aja pelakunya di penjara. Motifnya? Ya bisa jadi dendam yang disalurkan melalui sarana hukum.

Read More

Saya sih sebenernya nggak punya alasan khusus kenapa ngeblog. Dulu sih (juni 2006), saya ngeblog cuma karena pengen belajar nulis dengan kalimat yang ringan. Nggak pernah tuh kepikiran buat berbagi (atau kalau sekarang istilah kerennya kesalehan sosial) apalagi mau dikenal atau terkenal. Selepas nulis di blog, kadang2 saya suka jalan – jalan dan meninggalkan jejak di blog lain (blogwalking) dan akhirnya kenal dengan beberapa teman melalui blog.

Read More

Ada lomba baru karya tulis baru nih dimana lomba ini diselenggarakan berkenaan dengan peringatan UN International Day of Person with Disabilities pada 3 Desember 2012.  Tema lomba yang digagas oleh SIGAB (Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel) dan Solider bekerja sama dengan bekerjasama dengan AIPJ (Australia – Indonesia Partnership for Justice) ini adalah “Disabilitas, Hukum, dan Keadilan”.

Kegiatan ini, menurut penyelenggaranya dipandang sebagai terobosan baru untuk mengungkap fakta tentang disabilitas serta menjaring aspirasi dan pandangan penyandang disabilitas, keluarga, praktisi hukum dan HAM, dan masyarakat tentang isu-isu disabilitas.

Tentu saja semua karya tulis yang dilombakan akan dinilai oleh dewan juri dari kalangan budayawan, jurnalis senior, akademisi, dan aktivis disabilitas serta akan dipilih 4 karya terbaik untuk masing-masing kategori tema.

Kalau tertarik ikut, silahkan unduh leafletnya disini

Jika cinta itu sedingin es, kenapa aku merasakan hangat
Jika cinta itu tak mudah digenggam, lalu kenapa aku merasa terikat
Jika cinta itu kamu, dan itu menjelaskan kenapa aku jatuh begitu dalam…untuk kamu

Kadang, mungkin lebih baik diam tanpa ada harus banyak tanya dan biarkan jawaban itu hadir secara alami

Kadang, mungkin lebih baik diam tanpa harus bertanya kenapa yang seharusnya ada dan terbuat mungkin terlupakan

Kadang, mungkin lebih baik diam untuk belajar mengamati tanpa harus banyak pikiran yang membelenggu. Rela dan ikhlas adalah kata kuncinya

Kadang, mungkin lebih baik diam dan terdiam, agar tak banyak pertanyaan yg harus muncul dan yang mungkin terasa mengganggu

Kadang, mungkin lebih baik diam dan menyimpannya sebagai memori tentang satu prasasti yang indah

Kadang, mungkin lebih baik diam dan tetap tersenyum meski perih menghadang. Dan biarkan itu tersimpan rapat dalam laci hati

Dalam banyak hal, internet dipuja bagaikan obat penyembuh dari segala situasi, internet bahkan ditengarai menjadi faktor penentu meletusnya suatu revolusi sosial atau adanya perubahan sosial yang diciptakan dari gerakan yang tidak beraturan. Begitu kuatnya mitos internet, sampai – sampai banyak pemerintahan berupaya mengontrol internet agar tak ada yang memanfaatkan internet sebagai medium untuk menyalakan revolusi

Read More