Archive

Author Archives: anggara

Siang ini tiba – tiba saya ketemu teman lama, ya nggak dibilang lama juga, tapi relatif jarang ketemu. Apalagi saya tahu, kesibukannya meningkat selepas pindah ke kantor baru. Sambil menikmati perjalanan naik Commuter Line saya, seperti biasa, selalu promosikan jakartabytrain.com hehehehehe.

Read More

Kadang, mungkin lebih baik diam tanpa ada harus banyak tanya dan biarkan jawaban itu hadir secara alami

Kadang, mungkin lebih baik diam tanpa harus bertanya kenapa yang seharusnya ada dan terbuat mungkin terlupakan

Kadang, mungkin lebih baik diam untuk belajar mengamati tanpa harus banyak pikiran yang membelenggu. Rela dan ikhlas adalah kata kuncinya

Kadang, mungkin lebih baik diam dan terdiam, agar tak banyak pertanyaan yg harus muncul dan yang mungkin terasa mengganggu

Kadang, mungkin lebih baik diam dan menyimpannya sebagai memori tentang satu prasasti yang indah

Kadang, mungkin lebih baik diam dan tetap tersenyum meski perih menghadang. Dan biarkan itu tersimpan rapat dalam laci hati

Dalam banyak hal, internet dipuja bagaikan obat penyembuh dari segala situasi, internet bahkan ditengarai menjadi faktor penentu meletusnya suatu revolusi sosial atau adanya perubahan sosial yang diciptakan dari gerakan yang tidak beraturan. Begitu kuatnya mitos internet, sampai – sampai banyak pemerintahan berupaya mengontrol internet agar tak ada yang memanfaatkan internet sebagai medium untuk menyalakan revolusi

Read More

Teman2 yg baik, meski saya nggak ngerti apa temans merayakan lebaran atau ndak, tapi saya mau mengucapkan selamat Idul Fitri, semoga Tuhan berkenan menerima semua amal dan ibadah yg telah dilakukan

Salam
Anggara

Kemarin saya dapat taut berita dari twitter mengenai kampanye penggunaan Kondom disini. Salah satu titik perhatian tertinggi adalah meningkatnya jumlah penderita AIDS di Indonesia. Dalam berita ini disampaikan bahwa “Indonesia’s Aids epidemic is among the fastest-growing in Asia. From small pockets at the turn of the century it has spread to all parts of the country. At just under 0.2 percent the infection rate is still low compared to parts of Africa. But new infections have tripled in the last six years, and alarmingly, risky sexual behaviour has taken over from intravenous drug use as the main route for its spread. In the words of the plain-speaking new health minister Dr Nafsiah Mboi, the epidemic is driven by “the four Ms: macho men with money and mobility”.”

Read More

Dan saat aku sendiri àtau saat sepi hadir, dalam kegelapan yg mencekam atau dalam ramai yg bingar

Aku ingin kamu disini menemaniku memegang tanganku erat

Dan saat aku merasa terjatuh atau saat aku merasa dunia terasa tak adil

Aku ingin kamu disini memeluk tubuhku erat

Dan saat aku hanya bisa terdiam atau saat aku terjerat dalam kebingunan

Aku ingin kamu disini mendengarkanku dengan sabar

Dan saat aku merasa semuanya terasa hampa atau berlalu tanpa harapan

Aku ingin kamu disini mengertikan bebanku, ringankan langkahku

Dan saat keraguan melanda atau saat kecemasan hadir

Aku ingin kamu disini menatapku dan tersenyum lembut untukku

Menerima aku, membantuku berdiri, menemaniku, memberiku nafas, dan tetaplah disini

Bersamaku merajut rindu, menumbuhkan cinta dalam bahasa keheningan yg terjalin menjadi satu

Kemarin sempet ngobrol sama teman lama di Bandung. Sebenernya cuma nanya kabar saja, karena sudah lama tidak bertukar kabar. Tiba – tiba dia cerita soal kantornya, entah kenapa terucap, sekarang ini di dunia LSM sudah mulai krisis kepemimpinan. Saya cuma bisa tersenyum mendengarnya, ya mau gimana lagi lah saya sendiri bukan pengamat yang ngerti betul soal dunia manajemen apalagi manajemen LSM. Pembicaraanpun kemudian terhenti, karena kami harus kembali menekuni aktivitas masing – masing.

Read More

Dalam hening aku coba melihat

Dalam sepi aku coba untuk mendengar

Banyak hal yang terlewati

Dalam waktu yang enggan berbisik

Saat rasa itu hadir dalam senyap

Dan menjala jauh menelusup dalam lirih

Saat waktu itupun tiba

Aku ingin mendekapmu dalam sepi

Memang susah menghadapi soal bullying ini, harus ada kerjasama dari 3 pihak yaitu manajemen sekolah, guru, dan orang tua. Terus terang saya prihatin dengan kasus yang menimpa anak2 seperti yang dilaporkan oleh SalingSilang. Seperti yang dilaporkan oleh kompas, meski para pelaku dan korban sudah dilakukan mediasi oleh pihak sekolah , namun mestinya manajemen sekolah harus lebih awas dalam menghadapi anak – anak yang menjadi tanggungjawabnya. Saya yakin bahwa guru dan manajemen di sekolah biasanya juga sudah tahu siapa saja yang punya “bakat terpendam” soal bully membully ini. Dan masalahnya bullying memang tidak hanya mungkin terjadi di dalam sekolah tapi bisa juga terjadi di luar sekolah.

Read More