Iklan

Arsip

Puisi

Malam memuja hujan yang menapaki bumi
Saat semua hal tentangmu berbayang disini

Kenapa kita tidak menari di dalam deras hujan
Karena aku tak mau kehilangan waktu yang berjalan

Berbaringlah disini menatap malam yang sepi
Bukankah keindahan itu tercipta disini
Saat kita berdua menjala hasrat yang membuncah memecah keindahan

(Terjebak Macet di Kuningan, 20:31)

Iklan

Berjalan dalam malam yang temaram
Menyusuri tepian esplanade yang menggoda resah
Saat kamu bertanya pelan dan lirih
Kenapa kamu memilihku

Jemarimu lincah berjalan di atas qwerty
Berbaris pertanyaan tercipta dalam kejapan mata
Meski mulutku terus terkunci

Aku menikmati setiap waktuku bersamamu dalam pikiran yg terbang dari seluruh rasa yg terpendam

Mencintaimu tentu tak sulit meski sedikit rumit
Aku tak bisa rumuskan dalam pledoii yang terurai logis dan Aku tak bisa menandai dengan P-1 atau T – 1 karena ini bukan Pengadilan

Duduk dalam keheningan untuk sembunyikan rasa
Dan perlahan hujan jatuh dalam sepi yang menggigit

Bibirmu lembut menyentuh hati yang terdalam
Saat aku tersadar kamu telah mencuri hariku

Banyak hal yang ingin kunyatakan pada bintang yang benderang
Tentang mimpi yang terbang dan terikat takdir

Saat aku ingin berbagi cerita dalam fajar yang merona
Karena aku mencintamu karena kewajaran dalam dirimu

Disini kita berbincang, tentang harapan dan kenangan yang terbungkus dalam mimpi.

Kenapa kita masih disini, akupun tak mengerti mungkin karena rasa ini tak hendak terpisah, mungkin juga karena kita saling merasa sepi

Mimpi itu tak hendak terbangkan dari pikiranmu? Kalaupun ia terbang, semoga ia terbang ke dalam pikiranku

Sore itu aku berdiri menatap kumpulan pelaju. Aku menanti keretaku di stasiun ini. Rasanya seperti menantimu di bawah baliho jalan itu.

Di seputaran stasiun kita menikmati setiap gesekan listrik yg terjadi di peron, dan aku mencintai tiap detik dalam genggamanmu.

Ah, aku tak ingin melepasmu kedalam kegelapan meski kita berada dalam keterpaksaan untuk saling melepas.

Aku berharap kamu ada disini atau setidaknya kamu ada disini atau paling tidak kita selalu bersama dimanapun

Aku harap aku dapat melihat melalui matamu dan aku tahu apapun yg kamu ingin lihat

Aku harap aku tahu keinginanmu dan aku dapat memberimu apapun yg kamu inginkan

Aku harap aku bermimpi tentang hal yg sama dalam mimpimu, dan bersama kita dapat membuatnya menjadi nyata

Aku harap aku tahu apa yg membuatmu bahagia dan aku bisa membuatmu menjadi orang yang paling berbahagia di dunia

Dan aku harap aku adalah salah satu sel dalam darahmu sehingga aku yakin bahwa aku mendapatkan tempat di hatimu

Dan saat aku pertama melihatmu

Aku terpesona oleh gerak lakumu

Begitu indah untuk dilewatkan

Dan saat aku pertama mengenalmu

Aku mengingat setiap derai senyummu

Begitu mempesona hingga ke ujung rasa

Dan aku tak mampu menahan rasa

Jatuh dalam balutan pesonamu

Begitu dalam hingga menjalari nadiku

Dan aku hanya bisa terdiam

Saat aku melihatmu menari

Aku tak ingin menutup kelopakku meski sekejap

Dan aku hanya mampu termangu

Menikmati detik

Begitu berharga untuk ditinggalkan

Dan saat aku terjatuh dalam genggamanmu

Aku tak hendak untuk melepasnya

Begitu menebar harum

Dan aku tak pernah mau pergi dari semua tentangmu

Saat itu, aku terdiam waktu ku dengar kau berkata lirih. Hidup ini pilihan katamu, dan aku kembali terdiam. Jernih matamu terlihat perih meski senyummu terus tertancap. Jangan menangis kataku, tak mudah menghapus jejak meski tertimbun pasir.

Read More

Hari ini

Tiada kalimat yang mampu keluar dari mulutku

Karena kau pergi tanpa pesan

Hari ini

Tiada kesan mampu berbayang

Karena kau pergi tanpa jejak

Hari ini semakin yakin aku

Saat aku tak lagi kuasa untuk mendengarmu berdendang

Adakah hari ini akan terulang?

Bendunganpun tak akan kuasa menahan rindu ini

Beri aku tandamu jika kau mendengarku

Aku bilang cinta, kamu diam. Aku bilang rindu, kamu juga diam, aku bilang ingin memelukmu, kamu diam lagi, aku bilang ingin menciummu, kamupun tetap diam. Tahu nggak, kalau menurut hukum adat Indonesia, diam itu berarti “ya”, jadi lebih baik speak up kayak iklan close up.

Saat ini

Aku menunggu senyummu hadir

Pegang tanganku kekasih

Dan rasakan seluruh perasaanku

Saat terpejam

Aku bahkan mampu untuk melukis wajahmu di udara

Tak ada yang salah dengan apapun

Meski dirimu selalu terdiam dan tersenyum