Terdiam dan pergi
Lalu hanya jejak yang tertinggal
Meluruh, merapuh dalam genggaman
Terbang dan menghilang
Tertinggal dan diam dalam sepi
Author Archives: anggara
Terdakwa Dibebaskan Karena Dijatuhi Pidana Yang Tidak Berdasarkan Surat Dakwaan
Salah satu fungsi surat dakwaan adalah sebagai landasan pemeriksaan di Pengadilan, oleh karena itu surat dakwaan harus terpenuhi syarat – syarat formal dan materil sebagaimana diuraikan dalam KUHAP. Namun, dalam perkara narkotika terkadang perbuatan yang sebenarnya dilakukan berbeda dengan perbuatan yang didakwakan. Misalnya pada dasarnya terdakwa adalah pengguna narkotika yang bisa pada saat ini bisa dihukum berdasarkan ketentuan Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun dalam prakteknya pengguna ini didakwakan dengan ketentuan Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika atau Pasal 114 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Disparitas Penjatuhan Pidana dalam Satu Kesatuan Perkara yang Sama Sebagai Salah Satu Alasan Kasasi
Perkara ini menarik karena terdakwa didakwa telah melanggar Pasal 114 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau melanggar Pasal 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau melanggar Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa yang saat itu sedang bersama temannya yang menjadi saksi (yang juga jadi terdakwa dalam perkara yang terpisah) menerima permintaan dari seseorang untuk mencari shabu – shabu. Lalu Terdakwa menanyakan apakah ada shabu kepada temannya tersebut, dan lalu temannya tersebut mencarikan dan mendapatkan penjual shabu.
Dendam
Kadang saya mikir aja sih, kenapa ya orang bisa dendam banget. Kemarinan saya sempat melototin banyak putusan tentang penghinaan. Dan cukup mengagetkan juga kalau baca pada umumnya Jaksa menuntut penjara untuk perkara – perkara penghinaan. Padahal awalnya sih kebanyakan karena perselisihan mulut, tapi ya kemudian mungkin karena kesel banget terus bikin laporan pidana deh.
Tuntutan Jaksa untuk memenjara pelaku penghinaan bisa jadi juga didorong keinginan korban yang pengen aja pelakunya di penjara. Motifnya? Ya bisa jadi dendam yang disalurkan melalui sarana hukum.
Kenapa ngeblog?
Saya sih sebenernya nggak punya alasan khusus kenapa ngeblog. Dulu sih (juni 2006), saya ngeblog cuma karena pengen belajar nulis dengan kalimat yang ringan. Nggak pernah tuh kepikiran buat berbagi (atau kalau sekarang istilah kerennya kesalehan sosial) apalagi mau dikenal atau terkenal. Selepas nulis di blog, kadang2 saya suka jalan – jalan dan meninggalkan jejak di blog lain (blogwalking) dan akhirnya kenal dengan beberapa teman melalui blog.
Ijinkan Aku Menyayangimu – Iwan Fals
“Andai kau ijinkan walau sekejap memandang
Ku buktikan kepadamu aku memiliki rasa
Ijinkan aku membuktikan inilah kesungguhan rasa
Ijinkan aku menyayangimu”
Selamat Tidur Sayang – Iwan Fals
“Sayang selamat tidur
Sayang mimpi indah
Tentang kau dan aku
Panggil namaku sebelum tidur
Agar ku hadir dalam mimpimu
Kita kan terbang diatas awan
Berdua selalu berdua”
Can’t Help Falling in Love – Corey Hart
"Take my hand, take my whole life too. For I can’t help falling in love with you"
Lomba Menulis “Disabilitas, Hukum, dan Keadilan”
Ada lomba baru karya tulis baru nih dimana lomba ini diselenggarakan berkenaan dengan peringatan UN International Day of Person with Disabilities pada 3 Desember 2012. Tema lomba yang digagas oleh SIGAB (Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel) dan Solider bekerja sama dengan bekerjasama dengan AIPJ (Australia – Indonesia Partnership for Justice) ini adalah “Disabilitas, Hukum, dan Keadilan”.
Kegiatan ini, menurut penyelenggaranya dipandang sebagai terobosan baru untuk mengungkap fakta tentang disabilitas serta menjaring aspirasi dan pandangan penyandang disabilitas, keluarga, praktisi hukum dan HAM, dan masyarakat tentang isu-isu disabilitas.
Tentu saja semua karya tulis yang dilombakan akan dinilai oleh dewan juri dari kalangan budayawan, jurnalis senior, akademisi, dan aktivis disabilitas serta akan dipilih 4 karya terbaik untuk masing-masing kategori tema.
Kalau tertarik ikut, silahkan unduh leafletnya disini
Cinta Mati III – Mulan Jameela
“Kamu takkan pernah tahu betapa aku
Memuja kamu seperti ku memuja dewa cinta
Kamu nanti pasti kan menyadarinya
Saat aku tak lagi ada”
Cakra Khan – Harus Terpisah
“Ku berlari, kau terdiam, ku menangis, kau tersenyum
Ku berduka, kau bahagia, ku pergi, kau kembali
Ku mencoba meraih mimpi, kau coba tuk hentikan mimpi”
Bantuan Hukum hanya untuk Orang Miskin
Satu lagi putusan MA yang menarik soal bantuan hukum. Dalam putusan MA No 1737 K/PID.SUS/2010, MA menegaskan bahwa ketentuan bantuan hukum sesuai dengan Pasal 56 ayat (1) KUHAP hanya diberikan kepada orang miskin, meskipun perbuatan orang tersebut diancam dengan pidana 5 tahun lebih. Sayang menurut saya, dalam isu ini mestinya Mahkamah Agung bisa menjelaskan lebih jauh, misalnya apakah kalau yang diatas 15 tahun atau terkena ancaman pidana mati tapi dia tidak termasuk orang miskin masihkah berhak atas bantuan hukum? Atau bisa juga ditarik, apakah si terdakwa diberikan kesempatan yang cukup untuk mencari pembela bagi dirinya sendiri apabila dinyatakan ketentuan Pasal 56 ayat (1) KUHAP hanya diperuntukkan bagi orang miskin?