Kenapa saya tiba-tiba tertarik nulis soal ini, karena ada permintaan dari mas Donny BU yang meminta saya menulis soal cyberbullying dalam kaitannya dengan kebebasan berekspresi terkait dengan kasus salah seorang tweeps yang menutup akunnya. Terus terang saya tidak mengetahui dengan persis kejadiannya, namun yang menggelitik saya untuk menulis adalah soal cyberbullying terutama apakah di dunia dewasa dapat juga masuk dalam istilah bullying tadi.
Lain-Lain
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Pengelola Dunia Anggara mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Semoga di masa depan akan banyak kemajuan yang diperoleh oleh kita semua
Salam
Anggara
Managing Director
http://anggara.org | Thanks for flying with Dunia Anggara!
Menggugat Peran ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia
Sebenarnya secara pribadi saya senang mendengar ada yang namanya ASEAN Blogger, bahkan pada 23 – 24 April 2011 telah ada Konferensi Regional Asean Blogger yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam konferensi tersebut dihasilkan yang namanya Konsensus Kuala Lumpur yang antara lain berisi :
Mencari Makan
Banyak cara untuk mencari makan, salah satunya berjualan. Cuma yang ini berjualannya cukup unik, setidaknya caranya. Di tempat tersebut, ada beberapa penjual minuman kopi atau susu dan mungkin makanan – makanan ringan. Namun yang unik, mereka menawarkan makanan pada para pekerja yang berada di balik tembok itu. Saya nggak tahu persis, apa si penjual itu bisa mengenali rupa dari para pembelinya? Lah kalau mangkir bayar, saya agak mikir gimana cara nagihnya. Karena pagar itu cukup tinggi, sampai – sampai memerlukan tangga untuk menawarkan barang dagangan.
Jajan Seafood Murah dan Enak di Tangerang Selatan
Anda penggemar Seafood? Jika iya tak ada salahnya mencoba warung makan yang satu ini. Saya sering makan di tempat ini dan menurut saya disamping harganya yang cukup terjangkau, rasa makanannyapun masih cukup yummy.
Terima Kasih
Hari ini saya terima berita mengejutkan dari mpokb yang mengabarkan bahwa blog katrok ini masuk dalam nominasi Deutsche Welle Blog Awards untuk kategori blog Indonesia. Setengah nggak percaya, lah blog ini kan cuma personal blog saya saja dan pada umumnya yang masuk nominasi memang blog – blog yang bagus.
Telepon Umum
Ah, telepon umum ya, sekedar mengenang saja. Kalau anda satu generasi sama saya, tentu mengalami masa antri telepon umum. Pertama kali saya pakai, seingat saya sih waktu sekolah di Dilli. Saat itu di Dilli cukup banyak telepon umum koin bertebaran, meski kadang ada juga yg rusak. Tapi telepon itu sungguh membantu saya berkomunikasi dengan rumah atau dengan teman – teman saya, termasuk berusaha menarik perhatian lawan jenis hehehehehe.
Pink Warrior
Ah, beberapa hari ini saya menapaki jalanan dengan mengendarai motor. Simple, karena menurut saya tak buang waktu lama untuk bisa mencapai tujuan yang saya kehendaki.
Mimpi Memecah Kemacetan Jakarta
Pendahuluan
Jika anda tinggal di Jakarta atau tinggal di kota – kota sekitar Jakarta, tentu anda akan terbiasa dengan kemacetan yang terjadi. Mau naik Mobil anda akan terhadang macet, mau naik motor juga sama saja, tapi entahlah kalau naik sepeda.
Saya sendiri sejak 2005 sudah tinggal di kawasan seputar Jakarta juga mengalami hal yang sama. Sesekali saya naik layanan KRL yang melintasi kawasan rumah saya tinggal menuju Jakarta, namun lebih banyak saya naik kendaraan pribadi.
Surat Terbuka Untuk Presiden RI
Bapak Presiden
Tadi pagi, saat saya hendak ke kantor dan menggunakan KRL, saya berhenti di Stasiun Tanah Abang, saya bertemu ratusan pendukung Tim Nasional Indonesia dari Surakarta. Mereka bernyanyi bersama, sayang saya tak mengenali lagu apa yang mereka nyanyikan. Mereka terlihat begitu gembira, bernyanyi dan bersorak bersama puluhan para penglaju di stasiun tersebut
Jangan Lagi Kecolongan!
Bicara soal kecolongan dalam merawat demokrasi di Indonesia khususnya kecolongan dalam pembahasan UU ITE, saya dan mas Supi serta mbak Ririn telah menuliskan buku dengan judul Kontroversi UU ITE: Menggugat Pencemaran Nama Baik di Ranah Maya. Nah, rencananya buku itu akan di terbitkan secara resmi melalui acara launching buku di Gramedia Matraman pada 28 November 2010 pukul 15.00. Silahkan datang ya, siapa tahu dapat buku gratis. Nah, dibawah ini adalah kata pengantar dari bang Mulya atas buku tersebut
Duduk di Kursi Pesakitan Itu
Pernahkah anda duduk di kursi Terdakwa di Pengadilan? Atau kalaupun nggak duduk, pernahkah anda berhadapan dengan hakim pidana karena tersandung kasus hukum? Kalau pernah, apa yang dirasakan?
Saat ini, kedua kalinya saya harus merasakan dinginnya kursi pengadilan itu, terkadang muncul juga perasaan gentar. Aneh ya, masak pengacara jalanan gentar sih? Ah, anda mungkin harus belajar psikologi, tentu nggak nyaman harus berhadapan dengan alat kekuasaan negara yang besar ini. Meski saya akrab dengan dunia pengadilan, tetap saja berdiri dihadapan pengadilan sebagai pesakitan tetap membuat saya terkadang jadi “keder”.
Btw, ini curhat colongan, sambil nunggu sidang pelanggaran lalu lintas yang saya harus hadapi di PN Jakarta Timur hihihihihi. Selamat hari Jumat teman 🙂