Archive

Author Archives: anggara

Kemarin saya dapat taut berita dari twitter mengenai kampanye penggunaan Kondom disini. Salah satu titik perhatian tertinggi adalah meningkatnya jumlah penderita AIDS di Indonesia. Dalam berita ini disampaikan bahwa “Indonesia’s Aids epidemic is among the fastest-growing in Asia. From small pockets at the turn of the century it has spread to all parts of the country. At just under 0.2 percent the infection rate is still low compared to parts of Africa. But new infections have tripled in the last six years, and alarmingly, risky sexual behaviour has taken over from intravenous drug use as the main route for its spread. In the words of the plain-speaking new health minister Dr Nafsiah Mboi, the epidemic is driven by “the four Ms: macho men with money and mobility”.

Read More

Dan saat aku sendiri àtau saat sepi hadir, dalam kegelapan yg mencekam atau dalam ramai yg bingar

Aku ingin kamu disini menemaniku memegang tanganku erat

Dan saat aku merasa terjatuh atau saat aku merasa dunia terasa tak adil

Aku ingin kamu disini memeluk tubuhku erat

Dan saat aku hanya bisa terdiam atau saat aku terjerat dalam kebingunan

Aku ingin kamu disini mendengarkanku dengan sabar

Dan saat aku merasa semuanya terasa hampa atau berlalu tanpa harapan

Aku ingin kamu disini mengertikan bebanku, ringankan langkahku

Dan saat keraguan melanda atau saat kecemasan hadir

Aku ingin kamu disini menatapku dan tersenyum lembut untukku

Menerima aku, membantuku berdiri, menemaniku, memberiku nafas, dan tetaplah disini

Bersamaku merajut rindu, menumbuhkan cinta dalam bahasa keheningan yg terjalin menjadi satu

Kemarin sempet ngobrol sama teman lama di Bandung. Sebenernya cuma nanya kabar saja, karena sudah lama tidak bertukar kabar. Tiba – tiba dia cerita soal kantornya, entah kenapa terucap, sekarang ini di dunia LSM sudah mulai krisis kepemimpinan. Saya cuma bisa tersenyum mendengarnya, ya mau gimana lagi lah saya sendiri bukan pengamat yang ngerti betul soal dunia manajemen apalagi manajemen LSM. Pembicaraanpun kemudian terhenti, karena kami harus kembali menekuni aktivitas masing – masing.

Read More

Dalam hening aku coba melihat

Dalam sepi aku coba untuk mendengar

Banyak hal yang terlewati

Dalam waktu yang enggan berbisik

Saat rasa itu hadir dalam senyap

Dan menjala jauh menelusup dalam lirih

Saat waktu itupun tiba

Aku ingin mendekapmu dalam sepi

Memang susah menghadapi soal bullying ini, harus ada kerjasama dari 3 pihak yaitu manajemen sekolah, guru, dan orang tua. Terus terang saya prihatin dengan kasus yang menimpa anak2 seperti yang dilaporkan oleh SalingSilang. Seperti yang dilaporkan oleh kompas, meski para pelaku dan korban sudah dilakukan mediasi oleh pihak sekolah , namun mestinya manajemen sekolah harus lebih awas dalam menghadapi anak – anak yang menjadi tanggungjawabnya. Saya yakin bahwa guru dan manajemen di sekolah biasanya juga sudah tahu siapa saja yang punya “bakat terpendam” soal bully membully ini. Dan masalahnya bullying memang tidak hanya mungkin terjadi di dalam sekolah tapi bisa juga terjadi di luar sekolah.

Read More

Saat gelap menghadang

Beri aku kesempatan untuk sekedar terdiam

Saat terang menyapa

Beri aku kemampuan untuk sekedar berdiri

Saat aku merasa lelah

Beri aku waktu untuk sekedar berpikir

Saat aku merasa  gamang

Beri aku tanganmu untuk sekedar meredakan rasa gelisah yang menyerang

Saat aku tertatih melangkah

Beri aku pelukan untuk sekedar tetap terus melaju

Beberapa bulan ini, pikiran saya lagi berkembang pesat sih, sebenarnya sih ide lama saja. Diantara teman2 saya yang aktif di LSM beberapa kantornya jualan merchandise di kantornya. Ide dasarnya tetap saja penggalangan dana (fundraising). Penggalangan dana buat LSM diperlukan agar LSM bisa tidak terlalu tergantung pendanaannya dengan para donor mereka. Ya mau gimana lagi, banyak LSM memang tergantung dengan donor baik itu donor lokal ataupun donor asing sih terutama dari sisi pendanaan

Read More

Ya, apalagi yang paling penting dari dunia blogging? tak ada lagi kecuali berbagi, lalu kenapa kuatir dengan segala macam hal – hal rumit soal hak cipta dan lain – lain? Kalau seorang seorang yang beragama percaya bahwa Kitab Sucinya adalah sumber pengetahuan, kebayang nggak kalau tiba2 ada klaim hak cipta?

Read More

UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) ini telah disahkan oleh DPR beberapa waktu yang lalu untuk menggantikan UU No 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dan saat ini sedang menunggu proses persetujuan dari Presiden. Harus diakui UU ini merupakan buah kemajuan dalam advokasi yang dilakukan oleh banyak pihak bagi anak – anak yang berhadapan dengan hukum.  Dalam UU ini dinyatakan bahwa anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi dari sebuah tindak pidana (Lihat Pasal 1 angka 2 UU SPPA). Meski berbicara mengenai tiga cabang dari anak yang berhadapan dengan hukum namun secara umum titik berat UU ini adalah pada anak yang berkonflik dengan hukum yang artinya anak yang diduga keras menjadi pelaku dari tindak pidana. Anak dalam posisi sebagai saksi dan/atau korban sendiri diatur dalam Bab VII pada pasal 89 – 91 dari UU SPPA tersebut. Sungguh disayangkan UU ini malah tidak menjelaskan secara detail bagaimana posisi anak sebagai saksi dan/atau korban dalam sebuah tindak pidana, karena mereka juga rentan dalam menerima kekerasan sepanjang proses peradilan pidana tersebut

Read More

Sebagian diriku nggak ingin mama pergi begitu cepat. Tapi mungkin ini jalan terbaik yang Allah pilih buat mama. Selamat jalan ya ma, semoga Allah memberikan termpat terbaik buat mama.

Peluk sayang

Penasaran aja sih, kalau tetiba Pilkada di Jakarta ternyata dua putaran dan calon yg maju di putaran kedua adalah dua pasangan perseorangan, terus pendukung pasangan dari Partai pilih siapa ya

Begitu juga sebaliknya kalau yang maju di putara kedua adalah dua pasangan dari Partai Politik, pendukung pasangan perseorangan pilih siapa ya?

Kadang saya sih miris aja melihat begitu banyak kelas menengah yang sudah akut antinya terhadap Partai Politik namun pada saat yang sama memalingkan wajah kepada gerakan non partai (independen). Mestinya semua sadar, bahwa Partai Politik adalah alat dari demokrasi yang paling penting. Demokrasi tak akan berjalan bila tak ada Partai Politik. Begitu juga kualitas demokrasi tak akan membaik jika banyak yang anti terhadap Partai Politik.

Read More