Archive

Author Archives: anggara

Hari ini, saya lagi ngubek – ngubek untuk cari informasi bagaimana caranya menghitung ganti rugi immateriil dalam gugatan perdata. Saya bahkan sempat tanya tetangga kiri – kanan adakah SEMA atau yurisprudensi MARI yang mengatur atau minimal memberikan pedoman cara menghitung ganti rugi immateriil dalam gugatan perdata. Sayang saya malah enggak menemukan, dan kalau anda menemukannya, tolong saya diberi petunjuk ya…hehehehehehe

Read More

Hari ini saya baca berita running text di TVOne yang menyatakan Prita dan Omni telah berdamai. Omni juga akan mencabut gugatannya.

Berita yang baik menurut saya, namun apakah dengan ini maka perkara pidana yang diperiksa akan berhenti? Mestinya sih tidak, tapi perdamaian itu akan menjadi hal yang meringankan atau bisa juga membebaskan.

Pertanyaan besarnya adalah apakah rekan – rekan bloger akan berhenti berjuang? Mestinya sih tidak, karena ini bukan cuma persoalan antara Prita dan Omni, tapi soal UU yang ngawur…

This entry sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Sinyal Kuat Indosat. Thanks http://anggara.org

Pagi ini kebetulan saya sedang mendengarkan I Radio dalam perjalanan saya ke kantor, penyiarnya om Rafiq dan tante Putri, mencontohkan salah satu lagu yang dilarang pada era 70-an. Judul lagunya adalah Tante Sun yang dinyanyikan oleh Bimbo. Isi lagunya sih menurut saya biasa saja dan hanya menggambarkan “kelakuan” dari istri-istri para pejabat negara saat itu. Namun isi lagunya dianggap telah menghina para pejabat pemerintah saat itu.

Read More

Majalah Tempo hari ini menulis liputan soal sepuluh anak penyemir sepatu yang diadili karena judi. Majalah Tempo melaporkan “Semua ini berawal pada akhir Mei lalu. Ketika itu Dadan dan sembilan temannya, setelah bekerja sebagai penye mir sepatu di Bandara Soekarno-Hatta, beristirahat di Terminal 1 B. Di situ lah sepuluh bocah itu lalu bermain macan buram. Koin Rp 500 diputar dan mereka bertaruh gambar apa yang bakal muncul. Tatkala asyik bermain macan buram itu muncul polisi. Sepuluh anak itu digelandang ke kantor Kepolisian Resor Khusus Bandara Soe karno-Hatta. Setelah beberapa hari dita han di kantor polisi, mereka dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Anak Tangerang. Hampir satu bulan mereka mendekam di sana, sampai tidak dapat mengikuti ujian nasional. Atas desakan masyarakat, pada 26 Juni lalu mereka dibebaskan dan dikembalikan ke rumah orang tua masing-masing.”.

Read More

Entah kenapa, penyakit malas ini kembali menerpa. Saya seperti bingung mau menuliskan opini saya soal isu hukum terkini. Padahal banyak hal yang bisa ditulis, dari kemunculan UU baru sampai Putusan MK terbaru tentang pidana penghasutan yang aneh itu

Tapi begitu berada di depan komputer, jemari saya rasanya enggan digerakkan untuk menulis isu hukum terkini. Akhir-akhir ini saya malah cuma menulis hal-hal lain diluar isu hukum atau malah sekedar memperbaharui status saya di twitter dan di bukumuka

Apakah anda pernah dilanda kemalasan serupa?

This entry sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Sinyal Kuat Indosat. Thanks http://anggara.org

Kalau melihat air mancur di jalanan Jakarta atau di Serpong dan dimanapun, selalu membuatku tersenyum. Asaku yang cantik itu, sejak bayi, selalu terpana kalau melihat air mancur. Dan sejak dia bisa bicara, biasanya dia selalu ngomong sambil terpana “wow baguus”. Sampai sekarangpun Asa selalu begitu, meski air mancur itu, air mancur yang kecil.

Read More

Ujian Profesi Advokat akan diselenggarakan oleh PERADI pada 17 Oktober 2009. Untuk itu rasanya tidak ada yang salah bila para calon Advokat berupaya sekeras mungkin untuk lulus dalam Ujian Profesi Advokat tersebut. Beragam cara ditempuh, ada yang cara halal dan ada juga cara haram yang ditempuh demi lulus ujian tersebut. Berbagai cara haram diantarnya mencari bocoran soal Ujian Profesi Advokat, mencari nama dan no hp Panitia Ujian Profesi Advokat, sampai cara mengelabui panitia yang berjaga dalam Ujian Profesi Advokat tersebut.

Read More