Bicara soal pasal yang meresahkan di UU ITE, saya dan mas Supi serta mbak Ririn telah menuliskan buku dengan judul Kontroversi UU ITE: Menggugat Pencemaran Nama Baik di Ranah Maya. Nah, rencananya buku itu akan di terbitkan secara resmi melalui acara launching buku di Gramedia Matraman pada 28 November 2010 pukul 15.00. Silahkan datang ya, siapa tahu dapat buku gratis. Nah, dibawah ini adalah kata pengantar dari mas Ndorokakung atas buku tersebut
Lain-Lain
Sahabat Yang Pergi
Suatu saat, tentu akan ada orang yang datang dan pergi dari kehidupan kita. Ada juga yang mampir sesaat dan pergi meninggalkan kenangan. Kepergian itu tentu tak identik dengan sebuah perpisahan, meski terkadang tipis bedanya.
Saat saya menerima pekerjaan ini, tak pernah terbayang oleh saya, jika kantor tempat saya bekerja ini benar – benar dari nol. Tak ada apapun kecuali kursi dan meja. Saat itu, saya memiliki dua teman yang sehari – hari akan bekerja sama dengan saya mengelola kantor tersebut. Saya tak akan bicara soal teman yang ketiga, namun dengan teman lain yang memang ditempatkan bersama saya sebagai comrade in arms di kantor ini.
Saya Pamit Berhenti Ngeblog
Saya pamit untuk berhenti ngeblog di blognya KBBC.. Tenang koq, saya nggak akan berhenti ngeblog di blog saya ini. Saya cuma pamit jadi member di KBBC dan untuk itu otomatis, saya tak lagi akan ngeblog disana.
KBBC adalah komunitas bloger yg punya kedekatan fisik atau psikis dengan Tangerang dan karena saya warga Tangerang maka saya ikutan kopdar dgn beberapa teman diantaranya om Caplang, mas Ade, mas Payjo, dan beberapa orang lagi yg saya susah menyebutnya satu persatu. Pada kopdar pertama tersebut, kemudian saya dan teman2 tersebut membentuk suatu komunitas yaitu Komunitas Bloger Benteng Cisadane (KBBC). Kumandan KBBC pertama waktu itu adalah om Caplang.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Idul Fitri semakin indah jika Indonesia tak punya delik penghinaan Idul Fitri terasa menyenangkan jika Indonesia telah menghapus hukuman mati Idul Fitri menjadi istimewa jika Indonesia tak punya UU Pornografi Idul Fitri akan semakin menarik jika Indonesia tak ada UU Penodaan Agama Idul Fitri semakin nikmat jika Indonesia mengatur penyadapan dalam UU Idul Fitri akan membahagiakan jika Indonesia punya UU Bantuan Hukum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Thank you for flying with http://anggara.org | http://facebook.com/anggarasuwahju | http://twitter.com/anggarasuwahju
Jakarta Mestinya Tidak Semacet Ini
Sumber http://bit.ly/9Pyqn4
Rabu, 25 Agustus 2010 |
M Jusuf Kalla
Sebagai Wakil Presiden selama lima tahun (2004-2009), saya sungguh menikmati kenyamanan menyusuri jalan-jalan padat di DKI Jakarta dan sekitarnya. Semua jalan yang akan saya lalui sudah dibersihkan sehingga mobil yang saya tumpangi melaju tanpa macet sama sekali.
Tentu saja saya melihat macet yang pekat di kiri dan kanan jalan. Saya ikut memberi solusi, tetapi sejauh ini belum memberi hasil optimal. Ketika menyelesaikan tugas sebagai Wapres, sejumlah teman langsung bergurau, ”Selamat menikmati indahnya kemacetan Jakarta.”
Blokir/Sensor Internet dan Cara Menembus Blokir Internet
Memasuki Ramadan, tiba – tiba seluruh ISP diminta melakukan blokir terhadap situs Porno. Kata mereka hanya blokir tapi bukan sensor. Saya tertawa mendengarnya, apa bedanya blokir atau sensor, karena keduanya pada dasarnya menghalangi suatu pergerakan informasi. Malah dalam laporannya Tempo menuliskan telah terjadi kesalahan dalam blokir situs. Blog milik sang Ayam malah lebih lucu lagi menggambarkan bagaimana blokir/sensor itu punya akibat yang lebih dahsyat dari yang dipikirkan. Praktisi dunia IT, mas Onno Purbo juga punya pendapat bahwa sulit untuk melakukan blokir/sensor terhadap konten porno.
Kerja Keras
Ternyata saya punya bahan lagi untuk mengupdate blog ini lagi dan sekali lagi ini tak berhubungan sama sekali dengan hukum dan UU dan bahkan keramaian #petisirakyat di twitter tapi ini soal kerja keras. Sejak sebelum bulan puasa, saya sedang rajin mondar mandir di PN Jakarta Pusat. Nah, kali ini selepas saya menyelesaikan tugas di PN Jakarta Pusat, tiba – tiba ada seorang anak kecil menghampiri saya dan meminta “sedekah”. Saya ingat wajah anak ini, karena saya pernah bertemu dengannya sebelum puasa saat saya mengaso di warung – warung pinggiran dekat PN Jakarta Pusat.
Menggugat Pencemaran Nama Baik di Ranah Maya
Sejatinya, buku ini tak akan pernah ada, jika tiada kawan, pemilik penerbitan, yang dengan semangat “memerintahkan” saya untuk menulis tentang UU ITE dan sejarah pergulatan di Mahkamah Konstitusi. Saya saat itu enggan melayani permintaannya, dengan satu alasan karena Saya Bukan Penulis. Tapi ternyata, teman baik saya itu tak pernah menyerah dan terus mendesak saya untuk menuliskan pengalaman dalam melakukan advokasi kebebasan berekspresi di Indonesia khususnya di Internet.
Akhirnya sayapun menyerah terhadap tekanannya, tapi saya mengajukan syarat, agar buku yang rencananya akan ditulis itu harus ditulis dengan dan dalam bentuk Tim Penulis. Setelah tawar menawar dan negosiasi yang alot akhirnya saya dan kawan saya itu bersepakat untuk membentuk Tim Penulis yang terdiri dari saya, mas Supi, dan mbak Ririn
Butuh Informasi Tentang Hukum Agraria?
Banyak orang merasa bingung ketika mencari informasi tentang hukum agraria di Indonesia, tak usah jauh, soal jual beli tanah saja dapat membuat orang kebanyakan menjadi pusing. Belum lagi jika bicara soal wasiat, hibah, ataupun lelang. Salah satu sumber infomasi saya tentang hukum agraria adalah mbak Irma Devita. Pemilik nama lengkap Irma Devita Purnamasari ini banyak menulis soal hukum agraria di blognya, tentu dengan bahasa yang menarik dan mudah dimengerti.
Namun, di suatu hari, tiba – tiba mampir sebuah surat elektronik di inbox saya, pengirimnya ya mbak Irma Devita yang barusan saya bicarakan di atas. Dalam surat tersebut, beliau memberitahu saya tentang rencana penerbitan bukunya. Ah, saya yakin bukunya pasti berguna, karena ditulis dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti seperti ketika mbak Irma Devita menulis di blognya.
Mengenang Rido Triawan
Kemarin, telepon seluler saya mendadak berbisik, sebuah pesan pendek telah mampir rupanya. Saya agak malas membukanya karena pada saat yang sama Malaikat kecil saya sedang dilanda demam. Namun akhirnya saya mengalah untuk membuka pesan pendek itu. Beritanya cukup singkat dan mengejutkan, karena sang pengirim pesan mengabarkan jika Rido Triawan, rekan saya sewaktu masih bekerja di SekNas PBHI telah meninggal dunia.
Freedom Flotilla, Lusitania Espresso, dan Hari Lahir Pancasila
“Internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman-sarinya internasionalisme.” (Seokarno, 1 Juni 1945)
Saat ini kita memperingati hari lahirnya Pancasila, pada 65 tahun silam, Soekarno berpidato tentang Pancasila. Pidato yang memukau para peserta sidang BPUPKI dan yang akhirnya menerima Pancasila sebagai dasar dari negara Indonesia.
Mencoba WordPress 4 Blacberry
Halo apa kabar? Ternyata wordpress versi 1.2 untuk pengguna blackberry sudah punya beragam fitur yg lumayan ok ketimbang versi pendahulunya.
Yang paling menarik adalah ada fitur statistik loh, jadi bisa melihat statistik kunjungan ke blog kamu. Jadi tunggu apalagi 🙂
Posted with WordPress for BlackBerry.