Archive

Yearly Archives: 2007

Kalau, sempat jalan-jalan di wilayah Kab Tangerang yang sebentar lagi Pilkada, pasti banyak poster dan spanduk dari para bakal calon” pelayan” kab Tangerang. Tapi cuma satu poster/spanduk dari bakal calon “pelayan” kab Tangerang yang menggangguku yaitu dari Hj. Airin Rachmi Diany, SH, MH. Cantik sih. Pilih calon “pelayan” yang cantik atau yang ganteng. Kalau aku sih yang cantik aja deh. :).

Lihat beritanya di sini, di sini, di sini, dan di sini. Waktu googling malah dapat “gambarnya” di sini

Apdet

ternyata sekarang malah ada blognya di sini (maaf nggak tahu pasti ini resmi atau bukan. tapi kalau mau lihat foto beliau yang cantik silahkan lihat di bawah ini (fotonya diambil di sini)

Membaca berita mengejutkan ini disini, disana, dan di sebelah sana lagi membuatku keningku berkerut tajam. Sebenarnya aku sepakat bahwa para Hakim Agung di MA dan juga Hakim Konstitusi di MK ini perlu tidak ada pembatasan masa pensiun kecuali kalau sudah dipanggil Tuhan. Hal ini sebenarnya untuk menjamin kemerdekaan kekuasaan kehakiman. Namun untuk MA, rasa-rasanya koq aku rada nggak sepakat kalau akan diberlakukan segera. Kenapa?

Read More

Kuawali hariku dengan mendoakanmu

Agar kau s’lalu sehat dan bahagia disana

Sebelum kau melupakanku lebih jauh

Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh

Ku tak pernah berharap kau kan merindukan

Keberadaanku yang menyedihkan ini

Ku hanya ingin bila kau melihatku kapanpun

Dimanapun hatimu kan berkata seperti ini

Pria inilah yang jatuh hati padamu

Pria inilah yang kan s’lalu memujamu

Aha, yeah, aha, yeah

Begitu para rapper coba menghiburku

Read More

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) MENGUTUK KERAS tindakan pembakaran buku sejarah yang dilakukan aparat pemerintah di sejumlah kota di Indonesia. Seperti tampak pada rekaman berita SCTV yang disiarkan dalam ajang pertemuan peminat sejarah dan jurnalis di Taman Ismail Marzuki (7/8), aparat kejaksaan dan pegawai negeri di kota Semarang dan Samarinda sedang membakar buku. SCTV merekam gambar aparat pemerintah menghancurkan, membakar dan merobek-robek buku sejarah yang sebagian isinya dinilai “tidak benar”. Yakni diantaranya karena tidak memuat tulisan “G-30-S/PKI”, melainkan hanya menulis “G-30-S” (tanpa PKI) pada tulisan peristiwa Gerakan 30 September 1965 di Indonesia.

Read More

Perhatian: tulisan ini adalah tulisan dari salah seorang pengunjung setia blog ini yang telah merasakan berperkara di salah satu Pengadilan Agama di Jabodetabek. Pengunjung ini sering bercakap soal dengan pengelola blog tentang perkaranya baik melalui fasilitas YM ataupun pembicaraan melalui seluler. Sehubungan dengan kerahasiaan yang diminta oleh penulis maka seluruh tanggung jawab hukum dari tulisan ini diambil alih oleh pengelola blog. Tulisan ini hanya diedit di bagian judul saja, sedangkan isinya untuk menjaga orisinalitas dari tulisan, pengelola blog memutuskan untuk membiarkan apa adanya.

Read More

Tulisan ini tidak bermaksud untuk membuat heboh, tapi hanya untuk menyajikan beberapa fakta dan isu pembanding terhadap rekam jejak dari Inu Kencana dan tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendukung keberadaan IPDN. Tapi penting untuk mengetahui sepak terjang dari Inu Kencana di IPDN

Isu

Menurut hasil evaluasi dari Tim Evaluasi IPDN, Inu Kencana pernah melakukan kekerasan saat menjadi pengasuh

Buku IPDN Undercover memuat tulisan yang tidak bisa divalidasi kebenarannya terutama soal perilaku seksual di IPDN

Fakta

Inu Kencana tidak mau bersaksi dalam kasus kekerasan yang menimpa Eri Rachman di Pengadilan dengan alasan pergi keluar kota.

Inu Kencana juga tidak mau bersaksi atas kasus kekerasan yang menimpa Wahyu Hidayat di Pengadilan

 

Anakku, si ASA itu, sekarang kalau ditanya kalau dedek (yang masih di perut) nangis bagaimana? Dia akan menjawab dengan “O OEE” Tapi jika ditanya, kalau teteh nangis gimana? Dia akan jawab “Ibu-Ibu Jangan Kantor”…,Kalau ditanya yang boleh kerja siapa? Dia akan jawab dengan semangat “ayah”

Wah, miris rasanya hati ini 😦

Kekisruhan di tubuh Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) membawa dampak pula di Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). Dengan dimotori IKADIN versi Teguh Samudra dan didukung tiga organisasi advokat (IPHI, HAPI, dan APSI), Teguh Samudra menyatakan bahwa talak tiga terhadap keberadaan PERADI. Teguh Samudra juga mendeklarasikan Forum Advokat Indonesia yang segera akan menyelenggarakan Munas Advokat Indonesia.

Read More